Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Suara.com – Itikaf merupakan ibadah yang disunnahkan dilakukan selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Biasanya, orang yang melakukan itikaf akan berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah, baik itu salat, tadarus Al Quran, maupun ibadah lainnya.

Berdiam diri dalam waktu yang lama akan membuat tubuh cepat lelah dan pegal. Untuk itu, pakar mengatakan untuk tidak melupakan peregangan.

Terkait ini, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Hario Tilarso menyarankan orang yang beritikaf melakukan peregangan di sela-sela kegiatannya.

Baca Juga: Fakta Takmir Masjid Usir Jemaah Bermasker, Berujung Minta Maaf

“Boleh peregangan untuk melancarkan aliran darah. Tahan 10 detik,” kata dia dilansir ANTARA.

Sirkulasi yang lebih baik meningkatkan aliran darah ke otot Anda, yang dapat mengurangi nyeri otot.

Manfaat lain peregangan membantu mencegah nyeri punggung dengan memperkuat otot punggung dan mengurangi risiko ketegangan otot, menurut pakar kesehatan seperti dikutip dari laman Healthline.

Peregangan sendiri terbagi dua yakni statis dan dinamis. Pada peregangan statis seperti yang disarankan Hario, seseorang bisa menahan regangan dalam posisi yang nyaman selama jangka waktu tertentu, biasanya antara 10 dan 30 detik.

Sementara pada peregangan dinamis, yakni gerakan aktif yang menyebabkan otot Anda meregang. Jenis peregangan ini biasanya dilakukan sebelum latihan agar otot Anda siap bergerak.

Baca Juga: MUI Kota Bekasi Imbau Seluruh Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Tak hanya peregangan, sebaiknya penuhi juga asupan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh melalui makanan bergizi seimbang serta minum air yang cukup.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!