Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Suara. com – Detoks dipercaya sebagai cara tercepat untuk menurunkan berat badan. Tapi, melakukan detoks bukan selalu menjadi keputusan terbaik buat kesehatan Anda.

Sebelumnya, detoks adalah praktik medis untuk menghilangkan bahan kimia beracun seperti obat-obatan dan alkohol dari tubuh. Saat itu, satu-satunya detoksifikasi yang direkomendasikan dan diawasi secara medis adalag chelation.

Chelation mengikat racun, seperti timbal, yang memungkinkan tubuh mengeluarkannya melalui buang air ingusan.

“Anda memerlukan detoksifikasi semacam ini ketika tubuh memiliki penumpukan sesuatu contohnya timbal dan darah menyaring racun ke seluruh tubuh, ” kata Denise DelPrincipe, MS, RDN, LD, ahli diet terdaftar yang berbasis di Midland, Texas dikutip dari Insider.

Baca Juga: Satu Keluarga Positif Virus Corona, Sang Anak Akui Dapat Suntikan 16 Kali

Penggunaan kata “detoks” atau “pembersihan” yang terbaru lebih mengacu pada pembuangan racun dri tubuh yang menumpuk akibat gaya hidup tidak sehat.

Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)

Detoksifikasi ini diklaim bisa membantu menurunkan berat awak, tingkat energi tinggi, sembelit, sakit kepala dan nyeri otot atau kelelahan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) tidak mengatur detoks, artinya bahan-bahan tersebut belum diuji untuk memastikan aman dikonsumsi.

Jenis detoks yang umum

Ada banyak macam detoks yang umum dengan klaim manfaat kesehatannya masing-masing, antara lain:

Baca Juga: Akibat Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Balita 3 Tahun Alami Stroke

1. Puasa