Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Pandangan. com – Kematian penciuman atau anosmia telah diakui sebagai salah satu gejala virus corona Covid-19. Namun nyatanya anosmia bukan satu-satunya prediktor infeksi virus corona Covid-19 yang bermula sebab hidung.

Melansir dari Express , tim peneliti dari Universitas Barcelona mengkonfirmasi bahwa salah kepala rute masuk SARS-CoV-2 adalah epitel hidung. Dengan begitu, mereka menganalisis apakah orang yang terinfeksi menemui gangguan hidung lain.

Dalam studi tersebut, para peneliti menilai 35 pasien dengan Covid-19 dan kelompok kontrol yang cocok dalam jenis kelamin dan usia. Menggunakan survei, para peneliti menanyakan apakah peserta yang terkonfirmasi Covid-19 mengalami gejala hidung sesuai kekeringan yang berlebihan atau persepsi yang mirip dengan saat seseorang melakukan irigasi hidung.

Lebih dari 68 persen pasien melaporkan setidaknya utama gejala hidung dalam penelitian tersebut. Mereka mengalami sensasi aneh pada hidung dan hidung kering.

Baca Juga: Ahli Buat Semprotan Hidung yang Bisa Kurangi Risiko Virus Corona 78 Persen

Selain itu, 52 persen dari kelompok klinis melaporkan sensasi konstan seperti sedang menyelenggarakan irigasi hidung. Para peneliti menyimpan gejala hidung sebagian besar terjadi bersamaan dengan anosmia atau hiposmia.

Hiposmia adalah berkurangnya kemampuan untuk mencium. Gejala hidung juga muncul berbenturan dengan ageusia atau hilangnya perasa.

Ageusia adalah gejala utama lain yang dikenali oleh National health Service Inggris untuk mengindikasikan infeksi Covid-19. Gejala hidung juga dilaporkan bersamaan dengan hipogeusia, yaitu berkurangnya daya untuk mengecap.

Untuk menyederhanakan, gejala hidung seperti sensasi aneh di hidung berlaku bersamaan dengan anosmia, hyposmia, ageusia, dan hypogeusia.

Ilustrasi hidung. (Shutterstock)

Usikan hidung ini muncul terutama sebelum atau selama kemunculan gejala Covid-19 lainnya. Rata-rata, gejala hidung berlangsung selama 12 hari.

Baca Juga: Kematian Penciuman Pada Pasien Covid-19 Bisa Jadi Pertanda Baik, Kenapa?

“Adanya gejala pada hidung ini & kemunculannya di awal, berpotensi menyediakan diagnosis awal Covid-19, ” catat para peneliti.

Harus dicatat bahwa belajar ini diterbitkan sebagai makalah pengkajian pra-cetak.
Artinya, penelitian ini belum melakukan peer-review dan belum ditinjau berbagai pakar atau konco sejawat.