–>

Suara. com – Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) perdana saja melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Kepala Komite Penanganan Covid-19, Airlangga Hartarto.

Di paparannya, ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr. Adib Khumaidi mengirimkan bahwa Tim Mitigasi dibentuk buat merespon banyaknya jumlah tenaga medis di Indonesia yang meninggal dunia akibat infeksi Covid-19.

“Upaya perlindungan dan keselamatan para tenaga medis menjadi fokus utama kami di IDI pada peperangan melawan Covid-19 ini. Saya juga berharap kebijakan pemerintah kudu seimbang antara pendekatan ekonomi serta kesehatan, karena jika ada salah satu yang dikorbankan akan berdampak bagi kemaslahatan seluruh rakyat, ” sebutan Adib seperti yang Suara. com kutip melalui siaran tertulis yang telah diterima Rabu (23/9/2020).

Kata Adib, tenaga medis dan tenaga kesehatan tubuh harus menjadi perhatian serius dibanding pemerintah karena setiap berkurangnya kepala tenaga medis atau tenaga kesehatan akan memengaruhi sistem pelayanan kesehatan tubuh yang saat ini sangat genitalia dan dibutuhkan.

IDI Curhat Nasib Dokter di Tengah Pandemi (Dok. Tim Mitigasi PB IDI)

Di bagian lain, Airlangga Hartarto menyampaikan kalau pemerintah Indonesia telah menggelontorkan persediaan yang cukup besar demi penanggulangan pandemi.

Salah satu digunakan sebagai upaya perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan termasuk pemeriksaan PCR rutin bagi petugas kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga menyatakan bahwa perlindungan dan keselamatan tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan hal perlu yang dijamin oleh negara.

Airlangga dan Tim Mitigasi IDI juga sepakat menekan rantai penyebaran Covid-19 serta menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan agung dari masyarakat untuk mematuhi aturan kesehatan.

Adib menambahkan, IDI siap memberikan masukan yang konstruktif bagi pemerintah untuk mempercepat penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

Selain melakukan pendataan terkait tenaga medis yang wafat maupun yang dirawat melalui sistem informasi mitigasi dokter (SIMIDI), saat ini, Awak Mitigasi IDI juga telah mencetak pedoman atau protokol perlindungan bagi tenaga medis yang bertujuan jadi upaya perlindungan dan keselamatan para-para tenaga medis dari penularan Covid-19.