–>

Suara. com – Serangan jantung adalah keadaan kritis medis akibat suplai darah ke jantung mendadak tersumbat akibat gumpalan darah. Kurangnya aliran darah ke jantung bisa merusak otot dalaman dan mengancam jiwa.

Menuruti NHS, seseorang bisa berisiko terkena serangan dalaman bila sering ke toilet untuk buang air kecil. Ada pula tanda-tanda peringatan serangan jantung yang khas antara lain:

  1. Nyeri dada, sesuai sensasi tekanan, sesak atau tertekan di tengah dada
  2. Nyeri di bagian tubuh asing, seperti rasa seolah-olah nyeri menjalar dari dada ke lengan (biasanya di bagian lengan kiri, namun juga bisa memengaruhi kedua lengan), rahang, leher, punggung dan lambung
  3. Pusing dan berkeringat
  4. Sesak napas, batuk darah dan mengi
  5. Rasa cemas yang luar biasa, mirip dengan serangan panik

“Bagi sebagian orang, mengalami sakit atau sesak di dada terasa parah. Sementara orang asing hanya merasa tidak nyaman atau nyeri yang mirip dengan gangguan pencernaan, ” jelas British Heart Foundation (BHF) dikutip dari Express.

Sketsa serangan jantung (shutterstock)

Menurut BHF, gejala pukulan jantung bisa bertahan selama berhari-hari atau muncul secara tiba-tiba. Faktanya, kombinasi gejala itulah yang penting untuk menentukan seseorang mengalami serangan jantung, bukan tingkat keparahan nyeri dadanya.

Badan kesehatan itu mengatakan seseorang bisa mengonsumsi tablet aspirin (300 mg) ketika mengalami serangan dalaman, asalkan tidak alergi. Karena, aspirin membantu mengencerkan darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Seseorang dengan berisiko serangan jantung juga bisa mencegahnya dengan mengubah gaya tumbuh sebagai cara paling efektif.

Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung adalah bagian integral dari upaya menghalangi serangan jantung. American American Heart Association (AHA), makanan kaya nutrisi memiliki mineral, protein, biji-bijian dan nutrisi lainnya yang rendah kalori.

Makanan itu bisa membantu mengontrol berat pranata, kolesterol dan tekanan darah. Mengenai makanan yang baik untuk kesehatan jantung, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu rendah lemak, unggas, minyak nabati dan kacang polong.