Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com : Usai proses vaksinasi Covid-19 banyak orang merasakan nyeri di tangan. Namun, banyak yang merasa bahwa suntikan kedua efek sampingnya lebih terasa.

Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, menyatakan bahwa vaksin nusantara yang berbasis sel dendritik disebut tidak tepat untuk penggunaan massal. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal wellness Suara. com. Berikut berita terpopuler di kanal health Suara. com.

1. Efek Samping Vaksin Moderna, Ini 6 Kondisi yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Vaksin Noua salah satu vaksin Covid-19 yang dipercaya bisa melindungi diri dari virus corona. Vaksin Moderna ini juga salah satu vaksin yg digunakan Inggris untuk menghentikan pandemi virus corona Covid-19.

Lihat Juga: Efek Samping Vaksin Moderna, Ini 6 Kondisi yang Harus Diwaspadai

Orang dewasa usia 40 tahunan di Inggirs pun telah ditawari suntikan pertama vaksin Moderna. Tetapi, beberapa orang mungkin belum paham betul efek samping umum vaksin Noua.

Baca selengkapnya

credit card Kepala Eijkman: Vaksin Berbasis Sel Dendritik Tidak Dapat Digunakan Massal

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Baru-baru terkait vaksin nusantara kembali jadi sorotan. Hal ini lantaran sejumlah tokoh publik dan anggota DPR juga ikut jadi relawan uji klinis vaksin tersebut.

Seperti diketahui, bahwa vaksin nusantara sendiri merupakan berbasis sel dendritik. Dalam webinar Swiss The german language University, Rabu, (14/4/2021), Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Dr. Amin, penggunaan vaksin berbasis sel dendritik banyak digunakan untuk para penderita kanker.

Baca Juga: Efek Samping Suntikan Kedua Vaksin Covid-19 Lebih Terasa, Ini Sebabnya

Baca selengkapnya

several. Heboh Anggota DPR Disuntik Vaksin Nusantara, Ahli Patologi Angkat Bicara

Lab pembuatan Vaksin Nusantara di RSUP Kariadi [suara.com/Dafi Yusuf]

Sejumlah awak DPR diketahui menjadi relawan dalam uji klinis Vaksin Nusantara hari ini. Padahal diketahui para anggota DPR tersebut telah disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac dalam program vaksinasi pemerintah.

Sehingga bisa dipastikan mereka sudah memiliki antibodi virus corona dalam tubuhnya. Namun, jika kemudian menjadi relawan dalam uji klinik vaksin lain, justru berisiko menimbulkan hasil yang membingungkan.

Baca selengkapnya

4. Waduh, Peneliti Vaksin Nusantara Disebut Abaikan Koreksi BPOM?

Kepala Badan Pengawas Obat lalu Makanan Penny K Lukito dalam jumpa pers daringnya yang dipantau dari Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Penggunaan vaksin Nusantara oleh sejumlah awak DPR hingga Aburizal Bakrie memantik reaksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM Dime Lukito mengungkap, penelitian vaksin Nusantara tahap satu belum memenuhi banyak kaidah tahapan uji, di antaranya great manufacturing practice dan good clinical practice.

Baca selengkapnya

5. Peneliti Tak Ingin Vaksin Nusantara Dianggap Asal-asalan, Ini Alasannya

Lab pembuatan Vaksin Nusantara di RSUP Kariadi [suara.com/Dafi Yusuf]

Peneliti vaksin Nusantara, Kolonel Jonny, mengaku tak ingin penelitian vaksin yang dilakukannya dianggap asal-asalan.

Ia bahkan mengklaim sudah mengikuti standar serta kaidah etik penelitian yg berlaku.

Baca selengkapnya