Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – Sistem imun anak di lembah lima tahun belum maksimal semacam usia di atasnya. Sehingga seringkali masih rentan terkena penyakit, salah satunya demam.

Namun orangtua sebaiknya tanpa buru-buru memberikan anak antibiotik. Dokter spesialis anak dr. Mulya Rahma Karyanti Sp. A(K)., menjelaskan bahwa tidak semua demam hatus diobati dengan antibiotik.

“Demam tidak selalu membutuhkan antibiotik. Apalagi kalau penyebabnya virus dengan khasnya itu demam mendadak & mukanya merah. Sebaiknya diperiksa ke dokter, supaya diketahui penyebabnya, ” jelas dokter Mulya dikutip sejak siaran langsung Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Minggu (29/11/2020).

Ia menambahkan bahwa antibiotik hanya diperuntukan untuk demam yang disebabkan kuman. Biasanya gejalanya demam terjadi dengan berangsur-angsur beberapa hari dan cenderung meningkat pada sore hari.

Baca Juga: Kenapa Obat Antibiotik Harus Diminum Sampai Habis?

Orangtua juga menetapkan memerhatikan kondisi fisik anak. Patuh dokter Mulya, jika anak sedang tercukupi cairannya maka bisa hanya diberikan obat penurun panas.

“Sebaiknya observasi dulu penyebabnya apa. Selama budak minumnya bagus, masih pipis setiap 4 jam, aktif bergerak, berguna gak perlu antibiotik. Berikan aja obat penurun panas dan bujuk anak banyak minum kalau perlu yang ada kalorinya dengan jus, ” paparnya.

Selain itu, demam selalu bisa diredakan dengan melakukan kerap menggunakan air hangat, lanjutnya.

“Yang dikompres periode di mana pembuluh darah gede lewat, seperti dilipatan ketiak dasar paha, selama 10-15 menit. Tersebut panas cepat turun, ” pungkasnya.

Baca Juga: Bukan Obat Demam, Antibiotik Fungsinya Membunuh Kuman Jenis Terbatas