–>

Suara. com awut-awutan Selama mengandung hawa diwajibkan untuk memeriksakan kandungannya buat tahu perkembangan janin yang tersedia di dalam perutnya.  

Umumnya, rani diwajibkan untuk memeriksakan kehamilannya sedikitnya tujuh kali pertemuan. Spesialis kebidanan dan kandungan dr. Upik Anggraeni, Sp. OG mengatakan  pertemuan pengaruh ibu hamil dimulai sejak piawai janin antara 6-8 minggu.

Lantas apa saja pemeriksaan yang dilakukan dan apa tujuannya?

“Tujuannya untuk mengetahui apakah kehamilan normal apa tidak. Bahwa hamil tespek dua saja itu disebutkan hamil. Tapi apakah hamilnya berkembang, apakah ada kelainan, apakah berlaku kehamilan di luar kandungan, itu semua bisa kita deteksi semenjak dini pada usia 6-8 minggu, ” jelas upik dalam webinar, Rabu (26/8/2020).

Ilustrasi perempuan hamil (Freedigitalphotos/patrisyu)

Apalagi jika ibu hamil menikmati kondisi darurat, seperti pendarahan bujang, terjadi flek walaupun perut tak kram, tapi nyeri, mual, dan muntah yang hebat, hingga kram bagian perut bawah. Upik menguatkan kondisi itu wajib diperiksakan ke dokter.

Kemudian kunjungan kedua dilakukan masa usia kehamilan 11-13 minggu. Upik menyampaikan, saat itu dilakukan kesibukan screening langsung pengecekan kelainan pada janin terutama terkait down syndrom dan penentuan usia kehamilan.  

“Kadang kita juga perlu pemeriksaan lab dasar seperti pemeriksaan darah, cairan kencing, pemeriksaan penyakit HIV, ” ujarnya.  

Kontrol berlanjut saat usia kehamilan 20 minggu dengan dilakukan penjagaan anatomi janin. Saat itu kesibukan USG wajib dilakukan terhadap janin, kata Upik.

Pemeriksaan keempat saat sempurna janin 28 minggu, dilakukan screening prenatal, pemeriksaan darah dan gula. Juga potensi keracunan janin melalui air kencing.


“Kemudian usia 32 minggu (kontrol) bisa iya, bisa tidak. Tergantung keperluan, ” ujarnya.