–>

Suara. com – Menjelang musim hujan, peningkatan peristiwa demam berdarah dengue atau DBD merupakan salah satu yang wajib diwaspadai. Tidak jarang penyakit tersebut menyebabkan kematian.

Demam berdarah, juga dikenal sebagai demam breakbone adalah aib yang ditularkan melalui vektor, dengan disebabkan oleh empat virus berbeda dan disebarkan oleh nyamuk Aedes betina.

Petunjuk umum termasuk nyeri otot, tulang dan sendi, ruam, demam tinggi, sakit kepala berdenyut-denyut, muntah, & rasa mual. Gejala ini bisa berkisar dari ringan hingga berat.

Akan tetapi, yang tidak banyak diketahui bahwa dampak yang ditimbulkan dari penyakit DBD bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Terlebih tidak ada vaksin atau pengobatan istimewa yang tersedia untuk mengobati demam berdarah.

Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang memindahkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

Dokter mungkin mengajukan untuk mengambil banyak cairan buat menghindari dehidrasi akibat muntah & demam tinggi. Tetapi penyakit itu merusak kekebalan Anda dan awak kita harus menderita beberapa saat setelah pemulihan. Berikut 5 buah samping demam berdarah yang umum terjadi.

Stres dan Kecemasan

Anak obat dengan riwayat demam berdarah memiliki gejala kecemasan dan stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan karakter lain. Mereka mungkin menderita kedudukan kejiwaan dan psikologis yang istimewa untuk ditangani.

Rambut rontok

Orang-orang yang sedang dalam masa pemulihan dari demam berdarah parah sering memprotes rambut rontok yang berlebihan. Macam kerontokan rambut ini bisa menetap hingga 1-2 bulan setelah infeksi dengue akut.

Beberapa orang yang terkena demam berdarah juga mengembangkan alopecia (rambut rontok di beberapa bagian kecil) karena obat-obatan, stres metabolik atau hormonal atau infeksi sistemik yang parah.