Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Pakar Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyesalkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, sehingga membuat jumlah daerah kawasan merah bertambah hampir dua kali lipat.

Dari peta zonasi risiko luhur, Kamis (3/12/2020) jumlah daerah dengan masuk zona merah bertambah pas banyak dengan mencapai 50 kawasan, sebelumnya hanya ada 28 kabupaten/kota.  

“Saya kecewa karena jumlah daerah yang berada di zona merah beranjak hampir dua kali lipat. Selain itu, jumlah daerah yang beruang di zona hijau pun semakin menipis, ” ujar Wiku dalam pernyataannya seperti dikutip pada laman resmi Satgas Covid-19, Kamis (3/12/2020).

Melihat rincian peta zonasi, pada zona oranye atau risiko sedang jumlahnya meningkat menjadi 374 dari sebelumnya 345 kabupaten/kota. Zona kuning ataupun risiko rendah, menurun menjadi 75 dari 121 kabupaten/kota.

Baca Juga: Bantuan Cat Duco: Semangat Bertahan pada Era Pandemi

Ahli Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (istimewa).

Juga pada zona muda tidak ada kasus baru mendarat menjadi 6 dari sebelumnya 10 kabupaten/kota. Dan zona hijau tak terdampak juga menurun menjadi 9 dari sebelumnya 10 kabupaten/kota.  

“Keadaan ini harus menjadi cambukan membengkil bagi kita untuk terus memperbaiki diri, bagi masyarakat jangan sudah abai. Karena cepat atau lemah, Anda akan menjadi penderita Covid-19, jika lengah dalam memproteksi muncul, lingkungan ataupun keluarga anda, ” tegasnya.

Bagi pemerintah daerah dan jajarannya juga diminta lakukan evaluasi kepada kedisiplinan 3M yaitu memakai kedok, menjaga jarak dan mencuci lengah. Selain itu, penegakan kedisiplinan adat kesehatan harus dimasifkan, dan pengamalan 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan).  

“Kami meminta data ini bisa menjadi acuan bagi kita semuanya, baik negeri, maupun masyarakat untuk merefleksikan komitmen kita dalam mengendalikan Covid-19 dalam Indonesia, ” tutur dia.

Baca Juga: Jubir Satgas Covid-19 Siak Dikabarkan Terpapar Corona, Sekda: Iya Pasti