Suara. com – Kebanyakan karakter cenderung fokus pada penyakit ijmal, seperti pilek atau flu dan batuk selama musim dingin. Real ada masalah kesehatan lain dengan bisa menjadi lebih buruk kala musim dingin, salah satunya tiroid.

Fakta umum hipotiroidisme adalah metabolisme yang lama dan membuat pasien tiroid peka terhadap cuaca dingin. Dalam musim dingin pula, hormon dorongan tiroid (TSH) orang juga meningkat.

Tingkat TSH yang tinggi berarti bahwa kelenjar tiroid tidak memenuhi kebutuhan hormon tubuh. Orang yang tidak mempunyai riwayat masalah tiroid pun juga bisa mengalami lonjakan TSH di musim dingin.

Selain meningkatkan TSH, musim dingin juga bisa memperparah kemerosotan yang merupakan masalah umum asing terkait dengan hipotiroidisme.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan 2 Jenis Virus Corona di Kelelawar yang Dibekukan

Karena itu dilansir dari Times of India , seseorang dengan masalah kesehatan ini kudu mengelola tingkat hormon tiroid & gejalanya ketika pergantian musim.

Kanker tiroid bisa diobati dengan terapi nuklir. (Shutterstock)

1. Periksakan tingkat hormon Anda

Prosedur ini betul penting dilakukan setiap 2-3 kamar atau setidaknya setiap kali semasa transisi musiman. Dalam cuaca santai, kebutuhan tubuh kita akan hormon tiroid meningkat yang tidak dipenuhi secara alami oleh kelenjar tiroid.

2. Berjemur di bawah matahari

Di musim dingin sekarang ini, beberapa orang lebih sering berada di di ruangan yang membuat gejala kemunduran semakin parah. Tapi, berjemur pada bawah sinar matahari meningkatkan level serotonin dan membantu mengatasi Seasonal Affective Disorder (SAD).

Mengucapkan Juga: Ahli Bakal Semprotan Hidung yang Bisa Kurangi Risiko Virus Corona 78 Persen

Berjemur di bawah sinar matahari 20 hingga 30 menit pada setiap hari bisa membantu menangkal kelelahan dan depresi.