Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Suara. com kacau Adanya dua kolom mendapatkan vaksin Covid-19 menjadi perbincangan hangat oleh netizen di jalan sosial. Vaksin mandiri berbayar atau vaksin gratis?

Saat ini, ada perut jalur mendapatkan vaksin Covid-19 yaitu vaksin gratis yang diberikan oleh pemerintah, sedangkan vaksin mandiri umum harus membeli vaksin dengan ongkos sendiri.

Jokowi meyarankan prosedur sistem vaksin gratis diatur oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dipimpin Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Sedangkan vaksin mandiri sistem vaksinnya diatur oleh Departemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca Juga: Bio Farma Minta RS Jangan Pre Order Vaksin Covid Sebelum Ada Instruksi

Kata netizen soal vaksin gratis vs vaksin mandiri. (Dok Tangkapan Layar/Twitter)

“Kalau menurut saya, untuk vaksin yang gratis untuk rakyat itu urusannya Menteri Kesehatan, untuk dengan mandiri berarti yang bayar itu urusannya BUMN, ” ujar Jokowi beberapa waktu lalu.

Polemik vaksin Covid-19 gratis dan mandiri ini membuat perdebatan netizen. Ada yang skeptis terhadap vaksinasi meskipun itu dikasih secara gratis oleh pemerintah.

“Kalau pun gratis aing (saya) mah budi ulang sih kalau vaksinnya Sinovac, soalnya kan vaksin ini belum melaporkan hasil tahap 3 tes klinisnya. Lebih prepare pfizer nggak sih? yang udah jelas efektivitasnya, ” tulis @BadeiroP.

Sedangkan Penggiat Anti Manipulasi sekaligus Mantan Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai kebijakan vaksin mandiri dan tidak wajib dikhawatirkan justru akan merepotkan pemerintah mengendalikan pandemi Covid-19.

“Vaksin Covid-19 jika tidak gratis dan wajib bukankah mempersulit pemerintah lakukan pengaruh? Dan jika masyarakat enggan vaksin mandiri, bukankah akhirnya perlu biaya lebih besar untuk pengobatan dan perawatan pasien? Belum lagi bila bicara prinsip dasar perlindungan masyarakat negara, rumit sih ya, ” ungkap @febridiansyah, dikutip suara. com, Minggu (13/12/2020).

Membaca Juga: HNW PKS: Pak Luhut atau Terawan Bisa Suntik Vaksin Covid-19 Duluan

Tetapi kata Febri apabila vaksin dikasih secara gratis, lalu ada potensi korupsi saat pemerintah melakukan program pengadaan vaksin dengan modus ‘potongan free’, seperti yang terjadi di kasus korupsi Bansos oleh Menteri Sosial.

Kata netizen soal vaksin gratis vs vaksin sendiri. (Dok Tangkapan Layar/Twitter)

“Memang ini juga salah satu potensi masalah serius yang harus dimitigasi sejak awal. Jangan bilang nggak mungkin ada yang kuat korupsi saat pandemi. Kita tau persis, koruptor punya cara dan rasa berpikir berbeda, ” tukasnya.

Pada saat Indonesia memilih 2 jalan akses vaksin, tidak sedikit netizen yang justru membandingkan Indonesia secara beberapa negara.

“Cek India dan Bangladesh dong, negara berpenduduk banyak, lebih “miskin” dari Indonesia, manajemen tadbir juga 11-12 dengan Indonesia, vaksin gratis, ” tulis @Mims05783653.

“Negara sosialis dan negara kapitalis berlomba iba vaksin Covid-19 gratis. Negara Pancasilais menekankan kemandirian rakyat. Negara bagian jualan. Yuk bayar, ” melayani @bijizakar_

“Negara lain diskusi vaksin mana yang paling efektif, di sini diskusi soal perlu bayar atau percuma untuk pakai Sinovac. Gila, ” sambung @RoysonZain.