Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Pandangan. com – Suatu studi menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 mungkin bisa dikontrol makin sebelum vaksin tercipta. Hal tersebut dinyatakan oleh sebuah penelitian dengan terbit pada Physics of Fluids.

Melansir dari Healthshots , penelitian itu menunjukkan bahwa Covid-19 dapat bisa ditekan penularannya jika 70 persen orang pakai masker secara konsisten. Dengan kata lain, jika 7 dari 10 orang memakai kedok secara konsisten, maka dapat dengan efektif menghentikan penyebaran virus corona Covid-19.

Pengkaji dari University of Singapore mendalami masker dan penutup wajah yang banyak digunakan untuk memahami dengan jalan apa bahan dan desainnya memengaruhi tingkat infeksi. Mereka menemukan bahwa masker yang umum digunakan seperti kedok bedah dan masker N95 sanggup mengurangi tingkat reproduksi virus jadi mengurangi penyebaran infeksi.

“Masker bedah diperkirakan berkhasiat sekitar 70 persen dengan dapat berujung pada pemberantasan pandemi jika sedikitnya 70 persen warga menggunakan masker tersebut di aliran umum secara konsisten, ” sekapur Sanjay Kumar dari Universitas Nasional Singapura yang merupakan penulis dalam penelitian tersebut.

Mengucapkan Juga: Lahir Lantaran Ibu yang Positif Covid-19, Ternyata Bayi Ini Kebal Virus Corona

Ilustrasi Mengenakan kedok. [Shutterstock]

“Masker kain juga mampu memperlambat penyebaran jika dipakai terus menerus, ” imbuhnya.

Menurut para peneliti, tidak hanya masker N95 yang mampu menyaring tetesan berukuran aerosol. Namun, masker pada umumnya dapat mengganti ukuran tetesan cairan yang dikeluarkan dari hidung dan mulut seseorang saat berbicara, batuk, bersin, ataupun bahkan bernapas.

Mereka juga menemukan kalau masker yang terbuat dari target polimer hibrid dapat menyaring partikel dengan efisien menghalau tetesan napas sekaligus mendinginkan wajah karena macet yang digunakan.  

“Mungkin ada beberapa hubungan antara hambatan pernapasan dan larangan aliran masker wajah yang perlu dipelajari untuk interval pemakaian kedok wajah, ” kata Heow Pueh Lee, salah satu penulis penelitian tersebut.

“Vaksin atau tanpa vaksin, kedok tetap perlu menjadi strategi efektif untuk menghadapi pandemi, ” imbuhnya.  

Baca Juga: Istri Gubri Meyakinkan Covid-19, Dinkes Tracing Jejak Corona Istri Pejabat