Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah rumor yang menyebut staf Gedung Putih, termasuk dirinya, akan mendapatkan vaksin Covid-19 lebih awal.

Dilansir Anadolu Agency, pernyataan Trump dirilis setelah sebanyak laporan menyebutkan bahwa pejabat senior pemerintah AS akan diprioritaskan untuk menerima vaksin.

“Staf Gedung Putih harus menerima vaksin agak lambat dalam agenda ini, kecuali memang secara khusus butuh. Saya telah meminta supaya penyesuaian ini dibuat, ” sekapur Trump lewat Twitter.

“Saya tidak dijadwalkan untuk divaksin, tetapi saya berharap bisa mendapatkannya pada waktu yang tepat. Terima kasih! ” kata dia lagi.

Menyuarakan Juga: Ramai Perdebatan Vaksin Gratis vs Vaksin Sendiri, Apa Tanggapan IDI?

Pada Jumat, Badan Pengawas Obat dan Sasaran AS (FDA) mengizinkan vaksin virus Pfizer / BioNTech untuk penerapan darurat.

Berdasarkan data yang dihimpun sebab Johns Hopkins University, jumlah moralitas akibat Covid-19 di negara tersebut telah melampaui 300 ribu hayat.

Semetnara diberitakan sebelumnya, Sekretaris Kesehatan & Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (AS) Alex Azar mengatakan pada Rabu (18/11), bahwa negara tersebut hendak memiliki 40 juta dosis vaksin Covid-19.

“Pada akhir Desember, kami berharap mempunyai sekitar 40 juta dosis dibanding dua vaksin ini, tersedia untuk distribusi menunggu otorisasi FDA, pas untuk memvaksinasi sekitar 20 juta orang Amerika yang paling sensitif, ” kata Azar kepada wartawan, mengacu pada Food and Drug Administration, dilansir laman Anadolu, Kamis (19/11/2020).

Dia mengatakan, produksi akan tetap meningkat setelah itu dan GANDAR memiliki alasan untuk optimisme sebab terus terpukul paling parah sebab virus corona sejak tahun morat-marit.

Baca Juga: Heboh Kabar IDI Kecil di Vaksin Covid-19, Ini Tanggapan Ketua IDI

Pernyataannya datang pada jumpa pers, beberapa hari sesudah perusahaan biotek AS Moderna mengumumkan kandidat vaksin virus corona 94, 5 persen efektif.