–>

Suara. com – Penelitian vaksin Covid-19 di Indonesia mendatangkan titik terang dalam penanganan pandemi virus Corona. Sebelum bisa digunakan masyarakat, vaksin wajib lolos tiga fase uji klinis terlebih dahulu.

Dilansir ANTARA, peneliti dari Pusat Pengkajian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wien Kusharyoto menjelaskan susunan uji klinis vaksin untuk COVID-19 yang terdiri dari tiga tahap, yakni tahap I, II, & III.

“Uji klinis dilaksanakan dalam tiga periode, ” kata Wien saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Wien mengatakan kandidat vaksin yang diperoleh dibanding hasil penelitian di laboratorium kudu melalui tahap uji praklinis di dalam hewan uji, misalnya monyet, serta uji klinis tahap I, II, dan III pada manusia.

Setelah lolos uji klinis tahap III, maka dapat diajukan untuk memperoleh izin edar vaksin dan penggunaan jadi vaksin kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Uji klinis tahap I dilakukan terhadap relawan dengan jumlah kurang dari 100 orang untuk mengetahui apakah vaksin itu aman dan untuk mengidentifikasi respon imun yang muncul serta untuk menentukan dosisnya.

Tahap II dilakukan terhadap beberapa ratus orang relawan untuk menentukan efikasi atau efektifitas vaksin, serta untuk memastikan efek samping vaksin tersebut.

Tahap III dilakukan terhadap ribuan orang relawan untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut efektif, aman serta bermanfaat untuk mencegah infeksi cocok tujuan dan target populasinya.

Pada tes klinis tahap III, para relawan yang dipilih perlu mendapatkan jalan untuk terinfeksi oleh virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dalam aktivitas mereka sehari-hari.

“Relawan yang ideal adalah mereka yang dalam aktivitas sehari-hari itu berpotensi tinggi untuk terinfeksi virus, misalnya para tenaga medis, ” ujar Wien.