Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Ada bukti kalau DDT, pestisida yang sebelumnya digunakan untuk membunuh serangga, seperti nyamuk, masih merusak kesehatan manusia selama empat puluh tahun.

DDT ataupun Dichoro Diphenyl Trichlorethane adalah senyawa yang umum dimanfaatkan sebagai insektisida selama Perang Dunia Ii, terutama di dalam penanggulangan penyakit malaria, tifus, dan penyakit lain dengan ditularkan oleh nyamuk, lalat, dan kutu.

Namun, dilansir laman Kementerian Lingkungan Hodup dan Kehutanan, sebuah buku pada 1962 menyebut bahwa DDT membahayakan satwa liar, lingkungan, dan kesehatan menusia.

Bahan bisa DDT sangat persisten atau tahan lama hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.

Baca Juga: Unik, Senyawa Sengit Cabai Dapat Tingkatkan Kinerja Sel Surya

Di dalam 1972 Kongres melarang penerapan DDT, lapor Insider . Sejak itu, bukti telah muncul, mula-mula pada satwa liar & kemudian pada manusia, yaitu senyawa pestisida tersebut membelakangi jejak jangka panjang di dalam kesehatan. Bahkan, efeknya turun-temurun.

Pestisida. [Morning Chores]

Menurut penelitian yang terbit pada Rabu pekan lalu di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention , cucu perempuan dari orang dengan terpapar DDT saat hamil lebih mungkin mengalami obesitas, menstruasi lebih awal, kanker payudara, tekanan darah luhur, dan diabetes.

Hasil tersebut diketahui setelah peneliti sejak UC Davis dan Public Health Institute di Oakland menganalisis arsip sampel darah 15. 000 perempuan berisi ketika DDT masih dimanfaatkan.

Peneliti lalu mengumpulkan sampel darah bani serta cucu perempuan orang-orang dalam data tersebut buat melihat bagaimana DDT berpengaruh sebelum mereka dilahirkan.

Setelah itu, peneliti menemukan permepuan berusia 20 hingga 30-an tahun dengan nenek mereka terpapar DDT memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar menderita obesitas dan dua kali bertambah mungkin mengalami menstruasi pra.

Menyuarakan Juga: Waspada, Liquid Vape Bisa Mengandung Senyawa yang Merusak Paru-Paru

Menstruasi dini sanggup menyebabkan kondisi kesehatan asing di masa yang hendak datang, seperti kanker payudara hingga tekanan darah agung.