Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com berantakan Di sedang pandemi virus corona sesuai ini, tentu hampir di setiap orang tua lebih waspada dengan kesehatan sang bani, terutama jika buah hatinya masih bayi. Orang sampai umur akan melakukan apa pun demi melindungi bayinya sebab infeksi Covid-19.

Berangkat dibanding ini, beberapa orang tua dalam Amerika Serikat mencari ASI yang mengandung antibodi Covid-19 untuk diberikan ke bayi-bayi mereka. Baik melalui pokok dalam komunitasnya maupun online.

Memang, studi menunjukkan ibu yang telah divaksinasi atau yang pernah terinfeksi Covid-19 akan memajukan antibodi virus corona dalam ASI-nya.

Namun, belum nyata seberapa efektif antibodi itu dalam mencegah Covid-19 di bayi, berapa banyak ASI yang dapat memberikan perlindungan, dan berapa lama perlindungan akan bertahan.

Baca Juga: Harapan Baru, Uji Coba Vaksin HIV Jadi Menstimulasi Antibodi Langka

Berbagi ASI di sungguh Bank ASI juga mampu berisiko. Di sisi lain, kebanyakan bayi tidak terkena Covid-19 semudah orang masa, juga tidak cenderung menjadi sakit apabila terinfeksi.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Meski begitu, kurang orang tua mengatakan secara tidak adanya vaksin yang disetujui untuk anak mungil, menggunakan ASI adalah risiko yang layak untuk diambil.

“Jika ada cara dengan dapat saya lakukan untuk menawarkan tingkat perlindungan untuk anak saya, saya ingin mencobanya, ” kata Courtney Carson, ibu dari bani berusia empat bulan di Brooklyn, AS, dilansir Insider .

Di awal pandemi, penelitian menunjukkan ibu yang pernah menderita Covid-19 bisa menularkan antibodi pelindung pada dalam rahim dan melalui ASI.

Penulis studi Rebecca Powell mengatakan penelitiannya yang lebih baru, yang belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review , membuktikan perlindungan tampaknya bertahan had 10 bulan.

Baca Juga: Studi Terbaru Ucap Antibodi Covid-19 Terbentuk pada ASI Ibu Menyusui

“Kami menemukan bahwa antibodi ini benar-benar tahan periode, dan ini luar pokok, ” kata Powell, asisten profesor kedokteran dan aib menular di Mount Sinai’s Icahn School of Medicine.

Tetapi masih banyak yang harus dipelajari tentang seberapa kuat dan tahan periode perlindungan yang dihasilkan vaksin pada bayi, serta apakah satu vaksin lebih elok untuk ibu menyusui.