Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Bagi si pejuang diet yang ingin menurunkan berat badan, produk makanan atau minuman tertentu sering kali dihindari. Salah satunya sumber makanan yang mengandung lemak berlebih. Lalu, apakah itu artinya produk dengan label rendah lemak jauh lebih baik?

Faktanya, tahu dari label saja tidak cukup untuk dijadikan petunjuk untuk memilih suatu buatan.

“Rendah gemuk di sini kan kita belum tahu bahan makanannya seperti apa. Jadi sasaran makanan rendah lemak tersebut banyak artinya. Kalau misalnya rendah lemak tapi pengolahan makanannya digoreng, itu sepadan saja, ” jelas spesialis gizi di RSAB Harapan Kita, Nanang Utomo, S. Gz., dikutip dari siaran Radio Kesehatan Kemenkes, Sabtu (24/4/2021).

Nanang menjelaskan kalau selain bahan dasar makanan, cara pengolahan juga akan menentukan jumlah kalori dengan terkandung. Ia menyampaikan, pengerjaan dengan cara digoreng tentu membuat kadar lemak penuh dsn juga kalori sasaran jadi lebih tinggi. Sehingga bagi si pejuang diet, harus membatasi asupan makanan yang digoreng.

Baca Juga: Jangan Risau, Tersebut 3 Rekomendasi Seafood dengan Aman Dikonsumsi untuk Diet

“Makanan digoreng itu bukan berarti tidak boleh, tetapi jumlahnya harus dibatasi. Kalau untuk menurunkan mengandung badan, berarti harus mengurangi konsumsi minyak yang terlalu. Misalnya dalam satu keadaan mengkonsumsi gorengan sekali-kali boleh, silakan, ” ucapnya.

Apalagi selama Ramadhan, gorengan kerap menjadi takjil wajib zaman berbuka puasa. Nanang mengucapkan, boleh saja konsumsi gorengan asal tidak berlebihan. Karena selain kandungan lemak jenuh yang kurang baik bagi tubuh, jumlah kalori dalam satu potong gorengan serupa cukup tinggi.

“Satu gorengan itu bisa mengandung 150-200 kalori. Kalau saat berbuka kita makan 3 makin 4 gorengan saja, tersebut sudah bisa jadi 600 kalori. Belum lagi jika makan es buah, kepala porsi bisa mencapai 250 kalori. Jadi boleh selalu tetap dimakan, tapi hirau jumlahnya dibatasi, ” arahan Nanang.