–>

Suara. com – Apakah Anda memiliki kebiasaan menggertakkan, menggesekkan ataupun mengatupkan gigi saat tidur? Lagak ini disebut bruxism. Berdasarkan Mayo Clinic , bruxism dianggap sebagai gangguan gerakan terkait tidur.

Orang yang mengatupkan atau memacu gigi (brux) saat tidur lebih cenderung mengalami gangguan tidur lainnya, seperti mendengkur dan berhenti bernapas ( sleep apnea ).

Bruxism ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun, pada beberapa orang, etiket ini sering terjadi dan lulus parah, hingga menyebabkan gangguan rahang, sakit kepala, gigi rusak, serta masalah lainnya.

Kemungkinan seorang pengidap bruxism saat tidur tidak menyadarinya datang komplikasi berkembang, sehingga penting buat mengetahui tanda dan gejalanya. Oleh karena itu, pengidap dapat mencari perawatan geraham secara teratur.

Ilustrasi kecil gigi akibat bruxism (Shutterstock)

Tanda dan isyarat bruxism termasuk:

  1. Gigi bergemeretak atau terkatup, yang mungkin cukup berpenat-penat
  2. Gigi yang leper, retak, terkelupas atau longgar
  3. Enamel gigi aus, menunjukkan lapisan gigi yang lebih di
  4. Meningkatnya nyeri atau sensitivitas gigi
  5. Urat rahang yang lelah atau tegang, atau rahang terkunci yang tak dapat terbuka atau tertutup sepenuhnya
  6. Sakit atau sakit pada rahang, leher atau wajah
  7. Sakit yang terasa seperti sakit telinga, padahal memang bukan masalah dengan telinga
  8. Sakit kepala mulai dari pelipis
  9. Kerusakan kelanjutan mengunyah bagian dalam pipi
  10. Gangguan tidur

Sebenarnya dokter tidak begitu mengetahui apa penyebab dari bruxism, tertapi kemungkinan karena kombinasi dibanding faktor fisik, psikologis, dan genetik.

Kepelikan yang mungkin terjadi adalah kebobrokan pada gigi, restorasi, mahkota, mematok rahang, sakit kepala tipe tegang, serta gangguan yang terjadi di sendi temporomandibular (TMJ) yang terletak tepat di depan telinga (menyebabkan bunyi ‘klik’ saat membuka & menutup mulut).