Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Bahana. com – Setelah vaksin Covid-19 berhasil dibuat, ada hal penting lain yang juga harus mendapat perhatian, yaitu urusan distribusi vaksin, agar vaksinasi mampu berjalan sukses.

Mengutip Live Science, Senin (7/12/2020), diungkap Bahar Aliakbarian, Ahli Manajemen Rantai Pasokan Farmasi sekali lalu profesor School of Packaging Michigan State University, penting untuk menanggapi karakter dan suhu penyimpanan vaksin yang akan digunakan.

Contohnya saja dua pemasok vaksin di AS, Moderna serta Pfizer, harus memperhatikan suhu penyimpanannya. Vaksin moderna harus disimpan dengan suhu sekitar 4 derajat Fahrenheit atau minus 20 derajat Celcius.

Namun, vaksin Pfizer harus disimpan di suhu antara minus 112 tenggat minus 94 derajat Fahrenheit, atau sekitar minus 80 derajat Celcius hingga minus 70 derajat Celcius.

Baca Juga: Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac yang Akan Dipakai di Indonesia

Sedangkan vaksin buatan Oxford University atau AstraZeneca membutuhkan suhu pendingin biasa 36 hingga 46 taraf Fahrenheit, atau sekitar suhu 2 hingga 8 derajat Celcius.

Kelemahan vaksin Pfizer memiliki masa simpan dengan lebih pendek lima hari, zaman sudah dipindahkan ke lemari es, sehingga penggunaan vaksin harus dilakukan secepat mungkin.

Sedangkan vaksin Moderna bisa bertahan pada suhu minus 4 derajat Fahrenheit hingga enam kamar, dan bisa bertahan selama sebulan saat disimpan di lemari es.

Di sisi lain, untuk pengangkutan dan pendistribusian vaksin, Moderna berencana menggunakan pola pendistribusian vaksin saat flu sekalor H1N1 mewabah di 2009.

Caranya, vaksin moderna dikirim dari fasilitas penyimpanan di AS dan Eropa ke pusat pengiriman di Irving, Texas, yang dilengkapi freezer untuk membereskan vaksin dalam waktu lama. Sejak tempat itu kemudian vaksin didistribusikan ke rumah sakit, apotek, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia, LIPI: Tunggu Izin Edar BPOM