–>

Suara. com – Seolah sesuatu lumrah, semakin tua seseorang, jadi akan semakin banyak penyakit yg mendatanginya, termasuk stroke, kondisi saat pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Tapi, benarkah stroke bisa memicu pikun pada penderita alzheimer?  

Stroke sendiri terjadi karena sumbatan pembuluh darah arteri yang membawa oksigen ke otak menyempit atau terhambat, dikenal juga oleh stroke iskemik, yang membuat oksigen di otak berkurang drastis serta menyebabkan gangguan fungsi tubuh.

Beberapa jenis cerebrovascular accident, seperti stroke hemoragik yang terjadi karena pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan pendarahan yang merusak sel otak, dianggap dapat memicu pikun pada alzheimer.

Ketua Studi Neurobehavior Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSS) dr. Astuti, Sp. S(K) mengatakan stroke belum tentu memicu alzheimer, namun dalam penanganan stroke, biasanya memiliki golden hour atau periode emas buat segera diobati.

“Begitu stroke, kita punya golden hour, misalnya 3 hingga 4 jam, sumbatan segera di bawa ke rumah sakit ditangani, dapat penanganan yang tepat, strokenya bisa sembuh, ” ujar doctor Astuti dalam diskusi secara bold beberapa waktu lalu.

Golden hour inilah yang menentukan rusak tidaknya otak akibat stroke, lalu berdampak dalam terganggunya kemampuan kognitif atau memori ingatan seseorang, baik itu demensia maupun alzheimer.

“Faktor risiko penyebab strokenya, pasca stroke itu dikendalikan dengan bagus, terkontrol, dia tidak jadi demensia, tergantung perawatannya, ” paparnya.

Dokter saraf yang berpraktik di RS JIH Yogyakarta ini mengakui jika heart stroke tidak tertangani dengan benar, jadi bisa merusak otak bagian dalam yang berhubungan dengan emosi serta perilaku seseorang.

“Bawa segera ke dokter spesialis saraf untuk dievaluasi, itu ada penanganannya selain obat, teknik simulasinya silahkan dibawa ke ahli saraf, ” tutupnya.