Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Pandangan. com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mendukung persyaratan vaksinasi Covid-19 sebagai paspor buat perjalanan. Menurut WHO, persyaratan itu tidak pasti sungguh-sungguh bisa mencegah penularan virus.

“Kami sebagai WHO mengatakan pada tahap ini, awak tidak ingin paspor vaksinasi sebagai persyaratan untuk mendalam atau keluar. Karena awak tidak yakin bahwa vaksin tersebut dapat mencegah transmisi, ” kata juru cakap WHO Margaret Harris di dalam jumpa pers PBB dikutip dari Channel News Asia.

Ia mengirimkan bahwa distribusi vaksin Covid saat ini belum menyeluruh. Justru cenderung diskriminasi kepada orang-orang yang belum mampu mendapatkan vaksin karena kausa tertentu.

WHO sekarang mencagarkan untuk meninjau vaksin COVID-19 China Sinopharm dan Sinovac untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat sekitar akhir April, kata Harris.

Baca Juga: Ramadan, Dinkes Kabupaten Tegal Tetap Gelar Vaksinasi Siang Hari

“Ini tidak datang secepat dengan kami harapkan, karena awak membutuhkan lebih banyak petunjuk, ” katanya, menolak menyerahkan lebih banyak informasi, secara alasan kerahasiaan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bulan lalu mengimbau negara-negara yang kelebihan pasokan vaksin untuk segera menyumbangkan 10 juta dosis ke kemudahan COVAX yang dijalankan dengan aliansi vaksin GAVI.

Pembatasan ekspor oleh India menyusun program berbagi vaksin kekurangan pasokan vaksin AstraZeneca dengan dibuat oleh Serum Institute of India.

Harris mengatakan, WHO belum memiliki informasi terbaru tentang negara mana saja dengan telah melangkah lebih maju dalam progran vaksinasi Covid-19. Ia menyampaikan saat tersebut kebutuhan dunia terhadap vaksin Covid-19 memang sangat penuh.

“Kami sangat mencari bertambah banyak vaksin, ” ucapnya.

Menangkap Juga: Lekas Habis, Dinkes Bantul Sebut Vaksin Sinovac Tinggal 5. 290 Vial